Do’s and Don’ts Menggunakan Twitter untuk Bisnis Startup

 Internet Marketing

Twitter memang menjadi salah satu sosial media yang sedang digandrungi oleh masyarakat. Bukan hanya untuk sekedar media hiburan, tetapi Twitter juga menjadi saranan untuk menjalankan proses bisnis sebuah startup. Mulai dari promosi hingga penjualan produk. Menggunakan Twitter untuk bisnis tentulah harus sebijak mungkin. Lalu, apasaja yang boleh dan tidak boleh dilakukan saat menggunakan Twitter untuk bisnis startup? Berikut ini adalah 5 hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan:

1. Berkomunikasi 2 arah

Twitter bukan hanya sebuah media penyampaian informasi satu arah antara Anda terhadap pelanggan. Namun, jika Anda mampu memanfaatkan Twitter dengan baik, Anda akan mampu membuat sebuah komunikasi 2 arah antara Anda dengan pelanggan dan pelanggan dengan Anda. Ciptakan suatu komunikasi 2 arah yang memungkinkan terjadi suatu keintiman dalam hubungan Anda dengan pelanggan. Twitter juga harus Anda manfaatkan untuk media penyelesaian suatu masalah pelanggan Anda.

2. Berkarakter

Jika Twitter dikenal sebagai sosial media yang bebas untuk berekspresi, ini tidak untuk sebuah bisnis startup. Anda harus memiliki karakter yang mampu menggambarkan diri Anda, bisnis Anda bahkan perusahaan Anda. Anda harus mampu membuat pelanggan mampu menggambarkan bagaimana brand Anda. Anda juga harus konsisten dengan gaya tulisan, ucapan dan twit Anda. Jika apa yang Anda tulis atau yang Anda sampaikan tidak berkarakter, bisa dipastikan pelanggan atau follower Anda akan pergi meninggalkan Twitter Anda.

3. Menganalisa perkembangan

Promosi melalui sosial media Twitter memang menjadi salah satu alternatif untuk sebuah startup. Namun, Anda juga harus membuat dan menentukan target bisnis Anda. Anda harus terus menganalisa perkembangan yang terjadi, seperti jumlah follower, jumlah tweet yang masuk, ada berapa direct message yang Anda terima, dan lain sebagainya. Karena semakin besar komunikasi yang terjalin pada akun Twitter Anda, maka bisa dijamin bisnis Anda akan menunjukkan kemajuan yang signifikan.

4. Responsif bukan reaktif

Kebebasan berkomunikasi di Twitter memang ditunjukkan melalui salah satunya yaitu berupa ucapan. Anda bebas untuk berucap apapun di Twitter, entah itu baik atau buruk. Namun, ketika Anda sedang memerankan diri sebagai sebuah brand, cobalah untuk tidak reaktif terhadap setiap komunikasi yang terjadi. Hal ini salah satunya terjadi ketika Anda mengalami suatu masalah. Anda harus tetap responsif dengan mempelajari dan memahami setiap kesalahan. Klarifikasikan sebuah kesalahan berdasarkan seberapa besar dampak yang sedang terjadi. Usahakan untuk tetap tenang dan hindari berucap kasar atau yang bernada menantang balik.

5. Rencanakan konten

Anda memang bisa dikatakan sebagai penguasa akun di Twitter yang Anda miliki, tapi itu bukan berarti Anda bisa membuat tweet yang semau Anda sendiri. Anda harus memiliki konsep dan merencanakan setiap konten yang ingin Anda buat. Anda harus memastikan setiap konten yang Anda buat adalah relevan. Harus ada sebuah konsistensi dalam menghadirkan konten. Anda bisa membuat semcam rubrik mingguan atau hashtag.

Sumber : www.mediabisnisonline.com

Advertising Surabaya

Author: 

Related Posts

Leave a Reply