Biaya Pengiriman Naik, Pelaku Toko Online Ikut Panik

 Bisnis Online

Para pelaku bisnis toko online mulai panik manakala biaya pengiriman barang mulai naik sejak pertengahan bulan april 2013 ini.

Hubungan simbiosis mutualisme yang terjalin antara pelaku bisnis toko online dengan para penyedia jasa pengiriman barang, tentunya sudah tidak perlu kita ragukan lagi. Keberadaannya yang sangat menopang kelancaran bisnis toko online, menjadikan jasa pengiriman barang makin banyak dicari para pelaku usaha di dunia maya. Kondisi inilah yang kemudian membuat para pelaku bisnis toko online mulai panik manakala biaya pengiriman barang mulai naik sejak pertengahan bulan april 2013 ini.

Kenaikan upah tenaga kerja dan tarif dasar listrik di pertengahan tahun 2013, disinyalir menjadi alasan utama kenaikan harga di beberapa perusahaan pengiriman barang. Bahkan, perusahaan jasa pengiriman barang yang sudah cukup populer di kalangan pelaku bisnis toko online, seperti misalnya PT. Tiki JNE, belakangan ini mulai menaikkan biaya pengiriman barang hingga kenaikan rata-ratanya mencapai 15% dari harga lama.

Meskipun kenaikan tarif pada awalnya hanya berlaku untuk pengiriman sekitar Jabodetabek dan Karawang, baru kemudian disusul kenaikkan tarif di daerah lain, namun kondisi tersebut kini mulai menimbulkan kepanikan di kalangan para pelaku bisnis toko online yang setiap harinya menggunakan jasa mereka untuk mengirimkan barang dagangannya ke tangan para konsumen.

Mengingat tarif jasa pengiriman barang yang murah cukup membantu perkembangan bisnis toko online di Indonesia, tidak heran bila sekarang ini sejumlah pengusaha toko online sudah bersiap-siap mengambil strategi baru untuk menyiasati kenaikan tarif ini. Sebut saja seperti perusahaan toko baju online Zalora Indonesia, yang memilih menggunakan kurir pribadi untuk melayani pengiriman barang di wilayah Jabodetabek.

Sedangkan untuk pengiriman luar Jabodetabek, Zalora mengajukan negosiasi dengan perusahaan logistik untuk mendapat potongan tarif kurir. Dengan strategi tersebut, sampai saat ini Zalora masih bisa memberikan gratis pengiriman produk kepada seluruh pelanggan di Indonesia tanpa menaikkan harga jual produknya di dunia maya.

Selain Zalora, para pelaku UKM lainnya yang memanfaatkan jasa pengiriman barang juga mulai mengatur strategi agar konsumennya tak lari ke perusahaan lain. Jika perusahaan besar sekelas Zalora menyiasati kenaikan tarif pengiriman barang dengan jalur negosiasi, maka para pelaku bisnis online yang masih berskala kecil lebih memilih jasa pengiriman barang yang menawarkan tarif lebih terjangkau.

Contohnya saja seperti Muhammad Afif yang membangun toko online jas sepatu Funcover, belakangan ini Ia meniadakan gratis ongkos kirim kepada para konsumennya dan lebih memilih jasa Wahana Ekspedisi untuk pengiriman barang ke kota-kota besar sedangkan untuk pengiriman barang ke daerah terpencil Ia masih mengandalkan jasa JNE.

Kendati kenaikan biaya pengiriman barang mengalami lonjakan harga yang cukup signifikan, namun sebagai pelaku bisnis online Anda harus tetap jeli dalam mengatur strategi dan memberikan pelayanan prima kepada setiap pelanggan Anda. Semoga informasi singkat yang mengangkat biaya pengiriman naik, pelaku toko online ikut panik ini bisa memberikan manfaat bagi para pembaca dan membantu para pemula yang ingin merintis usaha di ranah maya. Maju terus UKM Indonesia dan salam sukses!

Sumber gambar :

1. http://www.commerce.wa.gov.au/consumerprotection/Images/Business/delivery.jpg

2. http://2.bp.blogspot.com/-UNomLZpAq0s/UR4VlKCn9zI/AAAAAAAAGkA/-Xa0ShuMTEo/s1600/Jasa+Pengiriman+Barang.jpeg

3.  Sumber : http://bisnisukm.com/

Advertising Surabaya

Author: 

Related Posts

Leave a Reply